Sekilas Perusahaan

Latar Belakang Perusahaan

Dalam rangka meningkatkan reliability and sustainability dari pasokan gas PGN ke sistem Jawa Timur dan membuka pasar baru untuk LNG beyond pipeline dengan Moda ISO Tank. Dimana dalam pengembangan proyek adalah sebagai berikut :

  1. Memitigasi adanya defisit pasokan gas bumi dalam beberapa tahun ke depan di Wilayah Jawa Timur.
  2. Meningkatkan reliability and sustainability dari pasokan gas PGN ke sistem Jawa Timur
  3. Memenuhi potensi kebutuhan gas bumi untuk industri, ritel, dan kelistrikan
  4. Mengadakan pasokan LNG untuk sistem LNG skala kecil untuk industri, ritel, maupun kelistrikan diluar jangkauan jaringan pipa eksisting PGN.
  5. Menyediakan infrastruktur LNG, yang mencakup fasilitas penyimpanan, perpipaan LNG dan gas, dan LNG Filling station ke ISO tank (“LNG Filling Station”).

Tujuan atas proyek pembangunan fasilitas terminal LNG Jawa Timur ke depannya adalah mendukung program pemerintah untuk melakukan percepatan konversi bahan bakar domestik dari minyak bumi ke gas bumi. Kemudian untuk memenuhi kebutuhan gas di Jawa Timur sebagai 30 BBTUD dan juga diharapkan dapat meningkatkan reliability and sustainability dari pasokan gas PGN ke sistem Jawa Timur dengan sasaran industri, ritel, dan kelistrikan.

Pembangunan fasilitas terminal LNG Jawa Timur di Terminal Teluk Lamong terbagi dalam 3 tahap, tahap pertama (Short Term Regasification Solution) yaitu Pembangunan Terminal Penerimaan LNG dengan menggunakan Floating Storage Unit dan membuat fasilitas Regas di nearshore. Phase ini dapat mengisi pipa Jawa Timur sebesar 30 MMSCFD. Tahap kedua (LNG Filling Station) yaitu Pembangunan Terminal Pengisian LNG skala kecil (ISO Tank 20 feer – 40 feet container) untuk distribusi LNG diluar system pipa PGN, sebesar 10 MMSCFD. Dan tahap ketiga (Long Term Regastification Solution) yaitu Pembangunan tanki LNG permanen secara bertahap untuk permanen solution yang dapat memenuhi kebutuhan gas suplai untuk sistem pipa PGN di Jawa Timur sekitar 180 MMSCFD yang diperkirakan beroperasi pada tahun 2023, dan dapat berkembang untuk pemenuhan semua kebutuhuan gas di Jawa Timur sebesar 600 MMSCFD dalam jangka panjang.

Investasi pembangunan fasilitas dilaksanakan melalui pembentukan Perusahaaan Patungan/ Joint Venture Company (JVC) antara PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) Group yang diwakili oleh PT Pelindo Energi Logistik dengan PT PNG Tbk Group atau dalam hal ini yang akan mewakili yaitu PT PGN LNG Indonesia. PT PGN LNG Indonesia merupakan sebuah group perusahaan atas cucu perusahaan PT Pertamina (Persero) yang juga sebagai Sub Holding Gas, dimana PGN LNG merupakan suatu perseroan terbatas yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk, yang bergerak dalam bidang pengolahan, pengangkutan, penyimpanan, dan niaga liquefied natural gas “LNG” dan gas bumi.